Biografi Imam Al-Kisa`i – Pernahkah Anda
mendengar nama Imam Al-Kisa`i? Saya yakin Anda pernah mendengarnya, atau bahkan
sering. Beliau adalah Imam besar dari ulama Nahwu dan Qira’ah,
rujukan utama penduduk Kufah di abad kedua Hijriyyah.
Di
bidang Qira’ah, beliau merupakan salah satu Imam Qira’ah yang
tujuh (al-qurra` as-sab’ah), riwayat beliau sampai sekarang masih
dibaca dan diajarkan. Dan di ilmu Nahwu,
beliau adalah pimpinan al-madrasah al-kuufiyyah, yaitu sebuah
aliran di bidang ilmu Nahwu, seperti istilah madzhab dalam ilmu fikih.
Dan
semua orang -terutama thalabatu al-‘ilm– tentu mengetahui,
bahwa beliau adalah seteru utama Imam Sibawaih,
yang kepadanya ri`aasah (kepimpinan) madrasah al-bashriyyah dinisbatkan.
Dan kebanyakan perbedaan pendapat dalam masalah Nahwu,
semuanya bermuara kepada pemikiran kedua Imam tersebut.
Nama Beliau
Nama lengkap
Imam Al-Kisa`i adalah Ali bin Hamzah bin
Abdullah bin Utsman, dan Utsman adalah putra dari Bahman bin Fairuz mantan
budak Bani Asad. Beliau adalah penduduk asli kota Kufah, namun hijrah dan
menetap di Baghdad.
Dan
Al-Kisa`i adalah julukan yang beliau peroleh setelah berihram mengenakan kain
yang tidak lazim dipakai saat ihram, kain itu di dalam bahasa Arab disebut kisaa`.
Maka mulai saat itu beliau dijuluki Al-Kisa`i dan beliau lebih dikenal dengan
julukannya daripada nama aslinya.
Guru-Gurunya
Dalam
ilmu bahasa Arab dan Nahwu, beliau berguru kepada guru yang sama dengan Imam Sibawaih,
yaitu Al-Khalil bin Ahmad Al-Farahidi. Masyaallah, dari tangannya lahir dua
ulama besar yang menjadi rujukan dalam masalah bahasa/Nahwu.
Adapun
Al-Quran, beliau belajar dari Imam Hamzah. Bahkan beliau menyetorkan hafalannya
kepada gurunya tersebut sebanyak 4kali. Dan bacaan gurunya itu yang terlihat
pengaruhnya pada bacaan beliau.
Dan beliau
juga belajar dari Muhammad bin Abi Laila dan Isa bin Umar Al-Hamadzani.
Adapun al-huruf (ilmu huruf Al-Quran), beliau belajar dari
Syaikh Abu Bakr bin Ayyasy (Syu’bah).
Karya-Karyanya
Para
ahli sejarah menulis dalam buku-buku mereka bahwa Imam Al-Kisa`i mempunyai
beberapa karya tulis/buku, dan mereka juga menyebutkan nama judul-judul buku yang
pernah ditulis oleh beliau.
Di
antara judul karya Imam Al-Kisa`i sebagaimana disebutkan ahli
sejarah adalah sebagai berikut:
1- Ma’anii Al-Qur`an (
معاني القرآن ).
2- Al-Qira`aat (
القراءات ).
3- An-Nawaadir (
النوادر ).
4- An-Nahwu (
النحو ).
5- Al-Hijaa` (
الهجاء ).
6- Maqthuu’ Al-Qur`aan wa Maushuuluh (
مقطوع القرآن وموصوله ).
7- Al-Mashaadir (
المصادر ).
8- Al-Huruuf (
الحروف ).
9- Al-Haa`aat (
الهاءات ).
10- Asy’aar ( أشعار ).
Namun
faktanya, sampai saat ini kita tidak pernah menemukan bukti fisik akan
keberadaan buku-buku tersebut. Mungkin buku-buku beliau termasuk yang
dibakar dan dimusnahkan oleh bangsa Tatar (Mongol) ketika mereke menyerbu khilafah islamiyyah di
Baghdad hingga runtuh, yang saat itu berada di tangan Dinasti Abbasiyyah.
Wafat
Beliau
meninggal dalam sebuah perjalanan bersama rombongan Khalifah Harun Ar-Rasyid
menuju Khurasan, tepatnya di sebuah desa bernama Ranbawaih, dan beliau
dimakamkan di sana.
Dan
wafat juga di tempat dan hari yang sama seorang ulama besar, sekaligus murid
senior Abu Hanifah yang bernama Muhammad bin Al-Hasan. Khalifah Harun Ar-Rasyid
berkata: “Pada hari ini, kita telah memakamkan (tokoh) Nahwu dan Fikih
bersamaan”.
Imam
Al-Kisa`i wafat pada tahun 189H dalam usia 70 tahun. Semoga Allah merahmatinya,
dan semua ulama Islam.
Pujian Ulama
1-
Ismail bin Ja’far Al-Madani -beliau termasuk murid senior Imam Nafi’- berkata:”
Aku tidak pernah melihat orang yang lebih bagus bacaan Al-Qurannya dari
Al-Kisa`i”.
2-
Sebagian ulama berkata: “Dahulu apabila Al-Kisa`i sedang membaca Al-Quran atau
berbicara, seakan-akan ada malaikat yang menjelma dan berbicara”.
3-
Imam Yahya bin Ma’in –rahimahullahu– berkata: “Aku tidak pernah melihat
dengan kedua mataku ini, orang yang lebih baik bahasanya dari Al-Kisa`i”.
4-
Imam Syafi’i –rahimahullahu– berkata: “Siapa yang ingin mendalami ilmu
Nahwu, maka ia berhutang budi kepada Al-Kisa`i”.
5-
Al-Fudhail bin Syadzan berkata: “Setalah Al-Kisa`i menyelesaikan Al-Quran
pada (gurunya) Hamzah, ia pergi ke kampung Arab Badui,
ia tinggal dan berbaur dengan mereka serta mempelajari bahasa mereka, setelah
ia kembali ke kota, ia menjadi ahli bahasa”.
Sekian
tulisan sederhana tentang perjalanan hidup seorang ulama besar Al-Kisa`i,
kisah perjuangan dan dedikasinya terhadap ilmu memenuhi lembaran-lembaran
sejarah Islam.
Semoga
biografi singkat ulama Nahwu dan Qira’ah Imam
Al-Kisa`i bisa memotivasi saya dan Anda untuk terus menuntut ilmu dan
mengajarkannya, melanjutkan tongkat estafet warisan Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.
Syukran
telah meluangkan waktu membaca postingan ini, Anda diperbolehkan untuk
men-sharenya, supaya faedahnya bisa dirasakan oleh orang banyak, wa jazaakumullahu khairan.

0 Comments