Sebenarnya
apa sih Nahwu itu? Jika Anda ingin mengetahui hakikat dan pengertian ilmu
Nahwu, silahkan lanjutkan membaca artikel ini. Akan lebih enak, jika ditemani
secangkir kopi.
Pengertian
Ilmu
Nahwu disebut juga Ilmu Nazhm / Nizham Tarkib Jumal (ilmu
merangkai kalimat). Ilmu semacam ini dalam bahasa Inggris disebut dengan
“Syntax”. Jadi Ilmu Nahwu adalah ilmu yang membahas asal-usul penyusunan
kalimat dan kaidah-kaidah I’rab (harakat terakhir sebuah kata
dalam suatu susunan kalimat).
Singkatnya,
Nahwu itu adalah ilmu gramatikal bahasa Arab.
Tujuan
Tujuan
mempelajari ilmu ini adalah untuk menjaga lisan dari kesalahan dalam melafalkan
bahasa Arab, dan untuk memahami Al-Quran dan Al-Hadits dengan benar, dimana
keduanya adalah sumber utama syariat Islam.
Sejarah
Ilmu Nahwu
Dahulu
orang Arab berbicara bahasa Arab secara natural tanpa lahn (kesalahan), mereka
berbicara dengan baik dan benar tanpa pernah belajar dan mempelajari
kaidah-kaidah bahasa Arab sebelumnya.
Kondisi
tersebut berlangsung lama, sampai Islam datang dan terjadi ekspansi
besar-besaran, lalu orang-orang berbondong-bondong masuk Islam, baik Arab atau
non Arab, dan berbaurlah antara orang Arab dengan non Arab.
Dari
hasil interaksi tersebut, terjadilah kesalahan-kesalahan pada lisan orang Arab
dan orang-orang yang sedang mempelajari bahasa Arab.
Di
antara cerita awal-awal terjadinya lahn di lisan orang Arab adalah sebagaimana
yang tersebut di dalam sebuah riwayat, bahwa ada anak perempuan yang berkata :
Ù…َا
Ø£َجمَÙ„ُ السَّÙ…َاء؟
“Apa yang indah dari langit?”
Padahal ia ingin
mengatakan bahwa “alangkah indah langitnya”, tapi karena salah dalam memberi
harakat akhir pada kata أجمل yang seharusnya dengan harakat fathah , namun ia
mengatakannya dengan dhammah ( ــــُـــ )yang berarti kalimat tanya, maka dijawab : ( Ù†ُجُومُÙ‡َا ) “Bintang-bintangnya”. Lalu
perempuan itu pun berkata :”Bukan itu yang aku mau, aku tidak bertanya, tapi
ingin mengungkapkan rasa takjubnya dengan langit”.
Kenapa
dinamakan dengan ilmu Nahwu?
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib –radhiallahu ‘anhu– ,
dahulu ketika ia sedang membaca lembaran-lembaran, datanglah Abul Aswad
Ad-Du`ali, dan ia bertanya :”Apa ini?”, lalu Ali pun berkata :”Aku
memperhatikan perkataan orang-orang Arab, dan aku melihatnya sudah berubah
akibat pergaulan mereka dengan orang-orang merah (yaitu orang-orang selain
Arab), maka aku berkeinginan membuat sesuatu yang bisa dijadikan rujukan dan
pegangan”. Maka ia pun berkata kepada Abul Aswad Ad-Du`ali:
اُÙ†ْØُ
Ù‡َذَا النَّØْÙˆَ
“Ikutilah
jalan ini!”
Dan
yang dimaksud Ali bin Abi Thalib –radhiallahu ‘anhu– adalah
supaya Abul Aswad Ad-Du`ali membuat kaidah-kaidah untuk bahasa Arab.
Demikian
penjelasan singkat tentang ilmu nahwu, semoga bisa memberikan gambaran
tentangnya. Jika ada yang kurang jelas, Anda bisa menulis pertanyaan Anda di
kolom komentar di bawah ini.
Syukran
atas kunjungannya di blog ini, silahkan dishare supaya manfaatnya bisa
dirasakan orang banyak, wa jazaakumullahu khairan.

0 Comments