BIOGRAFI Zaid bin Tsabit (wafat 45 H)

 

Zaid bin Tsabit Sang Pakar Ilmu Faraidh.
Madinah adalah negeri tempat Zaid bin Tsabit mengakhiri hayatnya.


Nama lengkapnya adalah Zaid bin Tsabit bin Adh-Dhadak bin Zaid Ludzan bin Amru, dia masuk islam ketika umur 11 tahun ketika perang badar terjadi.


·           Perjalanan Hidupnya


Nabi menyerahkan bendera Bani Malik bin An-Najjar kepada ‘Imarah sebagai komandan perang Tabuk, lalu Nabi mengambilnya dan diserahkan kepada Zaid bin Tsabit. Ketika beliau memintanya, maka ‘Imarah bertanya, “ Ya Rasulullah, apakah engkau akan menyerahkan sesuatu yang engkau berikan kepadaku “, Beliau menjawab,” Tidak, tetapi Al-Qur’an harus didahulukan, dan Zaid bin Tsabit lebih banyak menguasai bacaan Al-Qur’an dari padamu “. Zaid juga sebagai penulis wahyu bagi Rasulullah SAW.


Saat Umar menjadi Khalifah dia diangkat sebagai amir (gubernur) Madinah sebanyak 3 kali di ibu kota atau di wilayah pusat kekuasaan, dan dia juga ditugaskan untuk mengumpulkan Al-Qur’an atas perintah Abu Bakar dan Umar sebagaimana dijelaskan dalam riwayat yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari : “Zaid bin Tsabit berkata , aku disuruh menghadap Abu Bakar berkenaan dengan pembunuhan yang dilakukan oleh penduduk Yamamah, dan ketika itu dihadapannya ada Umar bin Al-Khaththab. Lalu Abu Bakar berkata, jika perang terus berkecambuk banyak memakan korban jiwa kaum muslim, banyak para penghafal Al-Qur’an di negeri ini terbunuh, dimana akhirnya banyak bagian Al-Quran yang hilang maka agar Al-Quran dibukukan, akan berpandangan sama dengan Umar, engkau laki-laki yang cerdas dan masih muda, maka cari dan kumpulkanlah (Mushaf) Al-Qur’an.


Zaid bin Tsabit adalah seorang ulama yang kedudukannya sama dengan para ulama dari kalangan sahabat lainnya, rasulullah SAW bersabda, “Umatku yang paling menguasai ilmu Faraidh adalah Zaid bin Tsabit “.


Riwayat lain yang senada terdapat dalam riwayat Imam An-Nasa’I dan Ibnu Majah, dimana Nabi bersabda, “Umatku yang paling penyayang adalah Abu Bakar, yang paling kuat kesaksiannya dihadapan Allah adalah Umar, yang paling diakui perasaan malunya adalah Utsman dan yang paling menguasai ilmu faraidh adalah Zaid bin Tsabit “.


Ketika Zaid bin Tsabit wafat maka Abu Hurairah berkata, “ telah wafat orang terbaik dari umat ini semoga Allah menjadikan Ibnu Abbas sebagai penggantinya”.

 

·           Wafatnya


Zaid bin Tsabit wafat di Madinah pada tahun 45 H dalam usianya 56 tahun (dalam riwayat lain ia wafat tahun 51 H atau 52 H)


Reactions

Post a Comment

0 Comments